Langsung ke konten utama

Unggulan

Menjadi Ibu Baru, Lelah Tapi Membahagiakan

Alhamdulillah, bisa menjadi istri dan ibu adalah salah satu kodrat seorang perempuan. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menjadi seorang ibu. Menjadi ibu baru, tentu mendatangkan banyak kejutan dalam hidupku. Baby blues, lelah, dan jenuh saat mengurus anak telah kurasakan. Belum lagi harus begadang dikala luka jahitan masih terasa perih, mendengar tangisan bayi yang memekakkan telinga, puting yang sakit dan payudara yang bengkak, serta rembesan ASI yang membuat bau amis di bajuku. Ditambah tak punya waktu untuk diri sendiri. Mau makan dan mandi tak tenang. Duniaku benar-benar berubah 180 derajat. Jujur, beberapa hari setelah lahiran, aku sempat merasa kesal dengan anakku. Sempat merasa tidak senang dengan kehadirannya. Merasa terbebani dalam mengurusnya. Kesal karena tidak bisa beristirahat karenanya. Namun, dibalik itu semua, ketika aku bisa memeluk anakku, merasakan genggaman tangannya, melihat senyumannya untuk pertama kali, mendengar dia mulai belajar berbicara, semua itu adalah rasa...

Kisah Anak Kuliahan


Lampu jalan tak selalu memberi penerangan, persis seperti malam ini. Tugas dan sekelumit keperluan membuatku tetap tertahan ditempat ini. Warung internet. Yaa, warung internet yang ramai selalu. Suara yang bising bahkan membuatku lupa tentang lampu jalan yang berkelip indah di jalan raya. Meski itu tepat didepan tempat ku terduduk.

"Mbak, mau teh hangat?" Sebuah suara dari penjaga warnet membuatku mengalihkan pandangan sejenak dari monitor. Kugelengkan kepala dan tersenyum tanda terima kasih. Masih banyak yang harus diselesaikan. Kupikirkan tak kan sempat ku minum teh walau sejenak.

"Ra, ada kerjaan buatmu. Lumayan untuk uang sakumu," Anto si penjaga warnet tiba-tiba berdiri di belakangku.

"Sebenarnya aku sudah dapat beberapa tawaran. Hanya saja ide-ideku sering kulupakan begitu saja. Kupikir jika kuterima aku takut mereka kecewa dengan hasilnya," jawabku. Anto hanya mengangguk dan pergi. Jari-jariku kembali menari dengan lincahnya di atas keyboard.

Keesokan harinya aku harus berangkat kuliah lebih pagi. Jadwalku untuk piket kelas telah tiba. Setelah meneguk segelas teh hangat, segera kucium tangan Ibu dan melesat pergi dengan motor kesayanganku.

"Eh, neng Nera tumben datang pagi?" sapa sebuah suara. Benar-benar tak kusangka si Agam sudah lebih dulu datang. Padahal hari ini bukan jadwal piketnya. "Ngapain kamu datang pagi-pagi sekali?" tanyaku. "Sengaja." Dia pun mengambil sapu dan mulai membersihkan debu-debu sudut kelas.

Aneh sekali anak ini. Giliran lagi jadwal piketnya sendiri tidak pernah diurusi. Hari ini dia malah menyapu kelas. Aku bergegas mengambil kemoceng dan membersihkan debu di jendela.

"Kemarin aku dengar cerita menarik. Saking menariknya makanya aku datang pagi. Aku mau tanya langsung dengan yang jadi tokoh utama dalam gosip," kata Agam.

"Haa? Gosip apaan?" tanyaku penasaran. "Yaa, gosip tentang cewek jelek yang berak nggak cebok di kamar mandi. Hahahaha.."

Ya ampun, anak laki-laki disampingku ini benar-benar.....ANEH!


END


*Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku nulis di blog ini. Saking lamanya aku tinggal, aku kira sudah menjadi debu berkerak, hahaha!
Oke, sejak sekarang aku akan menguatkan tekadku agar tetap terus update blog ini. Apapun yang aku anggap menarik akan kutulis disini. Aku tidak menjamin tulisanku bagus atau tidak, tapi kuharap kalian yang membaca bisa menikmatinya. Terima kasih :)








Komentar

Postingan Populer