Langsung ke konten utama

Unggulan

Menjadi Ibu Baru, Lelah Tapi Membahagiakan

Alhamdulillah, bisa menjadi istri dan ibu adalah salah satu kodrat seorang perempuan. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menjadi seorang ibu. Menjadi ibu baru, tentu mendatangkan banyak kejutan dalam hidupku. Baby blues, lelah, dan jenuh saat mengurus anak telah kurasakan. Belum lagi harus begadang dikala luka jahitan masih terasa perih, mendengar tangisan bayi yang memekakkan telinga, puting yang sakit dan payudara yang bengkak, serta rembesan ASI yang membuat bau amis di bajuku. Ditambah tak punya waktu untuk diri sendiri. Mau makan dan mandi tak tenang. Duniaku benar-benar berubah 180 derajat. Jujur, beberapa hari setelah lahiran, aku sempat merasa kesal dengan anakku. Sempat merasa tidak senang dengan kehadirannya. Merasa terbebani dalam mengurusnya. Kesal karena tidak bisa beristirahat karenanya. Namun, dibalik itu semua, ketika aku bisa memeluk anakku, merasakan genggaman tangannya, melihat senyumannya untuk pertama kali, mendengar dia mulai belajar berbicara, semua itu adalah rasa...

Kisah Anak Kuliahan - 2


"Iyaaaa, sebentar lagi aku kesana. Bapaknya belum keluar dari kelas," kataku pada Hani lewat handphone. Duuhh, bapak dosen ini selalu saja lama. Tadi sudah berdiri mau meninggalkan kelas, eh sekarang kok duduk lagi? Pak, jam nya habis!

Haaa! Alhamdulillah, akhirnya setelah beberapa ceramah yang tidak singkat, bapak dosen pun keluar dari kelas. Segera kusambar tasku dan berjalan cepat ke parkiran motor. Beberapa teman melihatku dengan kecepatan jalan yang menurutku biasa tapi sungguh menakjubkan bagi mereka. Hahaha (tersipu malu).

Segera kupakai helm dan menghidupkan motor dengan kunci motor. Kenapa dengan kunci motor? Karena sudah dirancang begitu dari pabriknya. Apakah motor bisa hidup tanpa kunci? Yaa, bisa. Tapi sulit karena harus bongkar-bongkar kabel mesinnya dan akupun tak tahu caranya.

Motor tanpa kunci bagai taman tak berbungaaaa, hai begitulah kata hatiku tadiiii... Hehehe. Kemudian motor pun melaju menuju gedung sasaran parkir selanjutnya. Agak jauh kali ini memang. Setelah kuparkirkan motorku dengan jarak yang tidak membuatnya nempel dengan yang bukan mahram, aku pun mengisi buku tamu. Hei, ternyata tamu dapat kue kotak!

"Hani!" aku memanggil temanku. Hani yang melihatku langsung melambai dan menghampiriku. "Temani aku cari tempat duduk Han, malu masuk sendirian," kataku. Hani mengangguk mengiyakan.

Aku datang terlambat ke acara itu. Yaaa, butuh waktu agak banyak untuk cari tempat duduk kosong dan akhirnya dapat jugaaa... Yeeeeee...... :) Lega hatiku.


END


Komentar

Postingan Populer