Langsung ke konten utama

Unggulan

Menjadi Ibu Baru, Lelah Tapi Membahagiakan

Alhamdulillah, bisa menjadi istri dan ibu adalah salah satu kodrat seorang perempuan. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menjadi seorang ibu. Menjadi ibu baru, tentu mendatangkan banyak kejutan dalam hidupku. Baby blues, lelah, dan jenuh saat mengurus anak telah kurasakan. Belum lagi harus begadang dikala luka jahitan masih terasa perih, mendengar tangisan bayi yang memekakkan telinga, puting yang sakit dan payudara yang bengkak, serta rembesan ASI yang membuat bau amis di bajuku. Ditambah tak punya waktu untuk diri sendiri. Mau makan dan mandi tak tenang. Duniaku benar-benar berubah 180 derajat. Jujur, beberapa hari setelah lahiran, aku sempat merasa kesal dengan anakku. Sempat merasa tidak senang dengan kehadirannya. Merasa terbebani dalam mengurusnya. Kesal karena tidak bisa beristirahat karenanya. Namun, dibalik itu semua, ketika aku bisa memeluk anakku, merasakan genggaman tangannya, melihat senyumannya untuk pertama kali, mendengar dia mulai belajar berbicara, semua itu adalah rasa...

Jadi diri sendiri itu SUSAH !

Haloo, Assalamualaikum ..
Kali ini aku mau posting tentang hal yang berhubungan dengan "jadi diri sendiri". Sumber "referensinya dari pengalaman aku yaa (hehehe).

Pasti udah nggak asing deh. Di acara tv, di majalah, sampai ajang pemilihan Miss Indonesia pun pasti pernah ada kata-kata "jadi diri sendiri". Aku aja kadang-kadang agak gimanaaaa gituuuu (alay) ngedengarnya.

Bukan maksud gimana sih, kita sebagai manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan. Gak masalah kalo orang lain nggak banyak omong dengan sikap percaya diri kita. Tapi aneh ya, nama nya manusia pasti sering jilat ludah..

"Udah deh, jadi diri sendiri aja. Begitu lebih baik!".. hahahah .. munafik dehh. Mereka bilang jadilah diri sendiri. Tapi ketika kita bersikap apa adanya, mereka malah menghujat kita .

Aku seorang cewek tulen. Wajar aja kan kalo pengen tampil cantik, kulit cerah dan sebagainya. Tapi kulitku item, muka ku bulat lebar, dan hidungku pesek! Hahahah, jangan salah sangka dulu nih. Aku bukan nya nggak bersyukur. Tapi aku pernah ngerasa jadi orang yang kena hujatan karena fisik aku ini. Sampai akhirnya aku pake krim-krim pemutih gitu.. hehheeh..

Dannn... yang terjadi adalahhh..
"Kamu pake pemutih ya ? Aneh tau! Syukuri aja kulit item . Eksotis!"
"Muka kamu kok agak cerah ya.. di bedak pake apa? Bukan cat tembok kan ?"
Atau "hahahha, nggak perlu pake apa-apa. Kulit item ya item aja. Syukuri tau!"

Hahahha.. tragis menurutku. Kulit item di hujat, giliran mau mutihin, eh malah di sindir atau disuruh syukurin.. yayaya, emang dasar alasan mereka aja tu biar ada bahan sindiran.

Aku sempat juga tergugah dengan kata-kata "jadi diri sendiri". Aku sempat berpikir untuk berhenti pake krim-krim pemutih.. biarin kulit item. Jadi diri sendiri. Ohh ternyata dan ternyata..
Bu guru : "Risha, praktekkan dengan teman sebangkunya dialog bhs inggris seperti di papan".
Risha : Hi where are u from?
Teman : i am from bengkulu. And u ?
*ada setan nyeletuk : risha dari papua ! Hahahahah...

wahahahha .. aku tertawa ngedengarnya. Padahal dalam hati pengen banget nonjok tu muka setan !.. pokoknya sakit hati sampai ubun-ubun dehh..

Intinya aku bukan orang yang bisa menyepelekan sindiran ejekan orang lain. Kalo ada orang yang bisa biasa saja atau tak ambil pusing saat orang lain mengganggu atau mengejeknya, aku tidak bisa. Aku malah akan jadi minder dan merasa aku ini adalah orang yang buruk. Dan itu kepikiran sampai waktu tidur. Enak juga kalo orang nya itu rupawan. Walau pun punya sedikit sikap jelek, masih enak ngeliatnya. Lah aku ?? Hahahah . Aku bersyukur kok jadi diri aku. Aku cuma nggak suka cara orang-orang memperlakukan aku.

Mereka bilang jadilah dirimu sendiri. Dan saat kamu menjadi dirimu sendiri, mereka menghujatmu ...

Tragis bukan ?

Komentar

Postingan Populer