Langsung ke konten utama

Unggulan

Menjadi Ibu Baru, Lelah Tapi Membahagiakan

Alhamdulillah, bisa menjadi istri dan ibu adalah salah satu kodrat seorang perempuan. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menjadi seorang ibu. Menjadi ibu baru, tentu mendatangkan banyak kejutan dalam hidupku. Baby blues, lelah, dan jenuh saat mengurus anak telah kurasakan. Belum lagi harus begadang dikala luka jahitan masih terasa perih, mendengar tangisan bayi yang memekakkan telinga, puting yang sakit dan payudara yang bengkak, serta rembesan ASI yang membuat bau amis di bajuku. Ditambah tak punya waktu untuk diri sendiri. Mau makan dan mandi tak tenang. Duniaku benar-benar berubah 180 derajat. Jujur, beberapa hari setelah lahiran, aku sempat merasa kesal dengan anakku. Sempat merasa tidak senang dengan kehadirannya. Merasa terbebani dalam mengurusnya. Kesal karena tidak bisa beristirahat karenanya. Namun, dibalik itu semua, ketika aku bisa memeluk anakku, merasakan genggaman tangannya, melihat senyumannya untuk pertama kali, mendengar dia mulai belajar berbicara, semua itu adalah rasa...

Hujan di Kala Senja

Hujan di Kala Senja

Sore ini tanggal 30 Oktober 2014. 
Ini sudah waktunya musim hujan. Tapi entah kenapa hari-hari berjalan dengan cuaca yang tak menentu. Terkadang panas dan kadang hujan. Ini musim hujan, seharusnya rintik hujan selalu datang bukan?
Aku baru pulang dari sekolah, penuh kegiatan belajar dan tadi ada musibah di sekolah. Ayah dari teman sekolahku meninggal dunia. Tangisan dan raungannya mengingatkan aku kembali pada waktu silam dimana Ayahku berpulang ke pangkuan Tuhan. Aku turut berduka cita untuknya.
Motor yang kukendarai melaju kencang. Aku berusaha cepat sampai ke rumahku yang jaraknya cukup jauh dari sekolahku. Namun sepertinya sia-sia. Hujan turun semakin deras. Aku pun tak berniat untuk berhenti dan berteduh. Seketika ada sebuah mobil yang melaju kencang melewatiku. Genangan air hujan di jalan pun memancar ke arahku. Ooh, aku sial hari ini...
Hari ini hujan. Ya, hujan. Bukan maksudku puitis, tapi aku suka hujan. Hujan itu galeri kenangan bagiku. Kenangan masa kecilku, dan kenanganku bersama Ayah. Kenangan suka dan duka pun mampu kuingat karena aroma dari hujan. Aku juga benci hujan. Membuat udara lembab, bajuku jadi basah dan susah kering. Barang-barangku pun jadi basah dan hal menjengkelkan lainnya. Namun, aku tetap cinta hujan.
Sesampai di rumah, aku di sambut oleh dua orang berharga dalam hidupku. Ibu dan adikku. Hmm, hawa dingin membuat perutku lapar. Segera aku ke ruang makan dan dengan lahap menyantap masakan ibukku. Terima kasih ibu :)
Setelah itu, kuambil gitar kesayanganku yang tergeletak di ruang tamu. Aku tak mahir main gitar. Aku masih belajar. Gitar itu kubeli dengan uang tabunganku. Tapi sifatku yang ceroboh telah membuatnya lecet sana-sini. Mulai kumainkan akor-akor yang kupelajari. Sebuah lagu yang aku suka. "PETERPAN-Ada Apa Denganmu".
Dalam video clip lagu itu, hari saat hujan menjadi latarnya. Hujan. Satu kata yang menggambarkan hal misterius. Sungguh aku mengerti kenapa banyak orang yang mengambil tema dan latar hujan dalam karya-karyanya. Hujan itu penuh makna. Aku sangat mengerti.
Nada-nada yang kumainkan tak seindah yang kuharapkan. Bagaikan angan-anganku yang belum sampai pada tempatnya. Bahkan untuk meninggalkan jejak pun tak sanggup. Nada dan suara itu menyatu dalam harmoni hujan. Yaa, aku suka. Sangat suka. Aku pun beranjak dari tempatku untuk memuaskan rasa sukaku.
Rintik hujan jatuh di telapak tanganku. Berlanjut ke pergelangan tanganku. Lalu siku, bahuku, dan akhirnya rasa dingin merasuk dari atas kepalaku. Tubuhku basah. Rambutku mulai berat. Aku kedinginan. Sangat dingin. Aku benci rasa dingin ini. Begitu menusuk tulang dan hatiku. Dan tiba-tiba kenangan yang tak ingin kuingat lagi terkenang. Oh Tuhan, tolong aku! Jangan ingatkan kenangan buruk itu. Sungguh aku membencinya! Tolong. Siapapun tolong aku...
Aku segera masuk ke dalam rumah. Cepat ku keringkan tubuhku dan ganti baju. Aku tak ingin ibuku tahu dan memarahiku. Segera aku ambil gitarku. Kumainkan lagu yang ku bisa. Hhh, aku lega. Perasaanku mulai membaik. Suara hujan dan suara gitarku menenangkanku. Aku pun berbaring di atas tempat tidurku. Kupandang langit-langit kamar. Lama sekali. Banyak hal dan angan muncul di otakku. Yap, aku masih punya tugas dari sekolah. Segera aku berlalu mengambil laptopku.
Kuselesaikan tugasku dan aku terduduk kembali. Sampai waktu ini, aku sedang menulis postingan ini. Leherku sangat pegal. Kurasa dingin hujan dari sore tadi masih mengendap dalam udara. Adikku sibuk dengan bukunya. Ibuku pun asyik menonton televisi. Sepertinya dingin tak bisa menghalangi kami untuk lakukan apapun.
Hujan di kala senja...
Terima kasih Tuhan telah berikan karunia indah bagi kami.. Hujan senja ini telah berikan aku kenangan baru dan rasa dingin yang baru. Dan berikan aku kekuatan untuk lanjutkan hari-hari yang penuh masalah dan marabahaya..


--sekian--
 
 
 

Komentar

Postingan Populer